Lewati ke konten
Sejarah PCM Rawamangun Pulogadung

Sejarah PCM Rawamangun Pulogadung

Jejak pengajian, pembentukan cabang, pengembangan dakwah-pendidikan, dan pemekaran PCM Rawamangun Pulogadung.

Awal Gerakan dan Calon Cabang

Gerakan Muhammadiyah di Rawamangun bermula dari pengajian di garasi rumah H.M. Syarief yang dihadiri sekitar 10-15 orang. Pada 1964, anggota pengajian mendirikan Ranting Muhammadiyah Rawamangun yang tergabung ke Cabang Muhammadiyah Utan Kayu. Wakil Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah Jakarta Raya kemudian menetapkan Rawamangun sebagai calon cabang melalui Surat Keputusan Nomor 14/WPP/64 tanggal 18 April 1964. Pada 30 September 1964, PP Muhammadiyah mengesahkan berdirinya Calon Cabang Rawamangun. Untuk memenuhi persyaratan cabang, dibentuk Ranting Bali Timur dan Ranting Klender, sedangkan Ranting Rawamangun berubah nama menjadi Ranting Bali Barat. PCM Rawamangun Pulogadung kemudian memperoleh SK pendirian dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor I.2822/Cab/74 tanggal 25 Mei 1974.

Pusat Dakwah dan Pendidikan

Pengurus mengupayakan lahan di Jalan Balai Pustaka Barat No. 2. Dokumen mencatat perolehan awal 2.000 meter persegi dan tambahan lahan berikutnya; luas lahan Balai Pustaka Barat kemudian tercatat 3.495 meter persegi. Pada 1965 dibangun mushalla berukuran 10 x 12 meter yang menjadi tempat shalat Jumat dan awal kegiatan Madrasah Diniyah. Pada 1969 Muhammadiyah mengajukan bantuan gedung kepada Pemerintah DKI Jakarta dan menerima satu unit bangunan yang terdiri atas enam ruang belajar, ruang kepala sekolah, serta rumah penjaga. Serah terima dilakukan pada 1970 dan gedung digunakan oleh Sekolah Teknik Islam, SD Islam, dan TK Aisyiyah.

Pengembangan Sarana dan Amal Usaha

Perkembangan layanan berlanjut dengan tanah di Jalan Rukem Rawamangun pada 1970, bantuan gedung untuk SD Muhammadiyah 24 pada 1973-1974, dan pembangunan Masjid Ar-Rahman pada 1976. Pada 1980 dibangun gedung berlantai dua di kompleks Balai Pustaka Barat, kemudian pada 1986 dibangun gedung berlantai tiga untuk SMA Muhammadiyah 11. Dokumen sejarah juga mencatat pengembangan pendidikan, pelayanan sosial, pelayanan jenazah BARZAH, bimbingan haji Multazam, lembaga pendidikan komputer, Bimbingan Belajar Kyhad, serta berbagai amal usaha lain sepanjang perkembangan cabang.

Pemekaran Cabang Cakung

Menindaklanjuti keputusan Musyawarah PDM Jakarta Timur periode 2010-2015, PCM Rawamangun Pulogadung memfasilitasi pembentukan PCM Cakung. PCM Cakung terbentuk pada 2014. Pada 25 April 2015 dilakukan serah terima pengelolaan aset tanah dan bangunan yang berada di ranting-ranting Kecamatan Cakung kepada PCM Cakung.

Catatan Dokumen Januari 2017

Dokumen sejarah yang menjadi sumber halaman ini ditandatangani di Jakarta pada Januari 2017 oleh Ketua PCM Martadinata, SP., MM. dan Sekretaris Drs. H. Amrullah M. Asil. Pada bagian akhir, dokumen mencatat tujuh ranting Muhammadiyah di wilayah PCM Rawamangun Pulogadung dan tiga belas amal usaha/layanan yang saat itu disebut dikelola langsung. Catatan aset di dalam dokumen bersifat historis: sebagian aset telah diserahkan pengelolaannya kepada cabang lain. Karena itu data tersebut tidak diperlakukan sebagai register aset aktif pada aplikasi saat ini.